Mengapa Multikulturalisme menjadi penting?

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh pejuang pluralisme, para aktivis, dosen, NGO (Non Government Organisation), rekan-rekan mahasiswa, dan senior-senior yang sudi berdiskusi dan membagi pemikirannya dengan saya mengenai pluralisme dan multikulturalisme. Sehingga saya yang masih hijau ini mempunyai wawasan dan konsep yang cukup utuh (walaupun masih banyak yang harus saya pelajari) mengenai apa itu multikulturalisme. Dalam tulisan ini saya akan mengungkapkan sedikit pengetahuan yang saya peroleh mengenai sesuatu hal yang akhir-akhir ini saya merasa sangat tertarik untuk mendalaminya.

Mengapa Multikulturalisme menjadi penting?
Menurut W. Kymlika, Multikulturalisme adalah “pengakuan pluralisme budaya yang menumbuhkan kepedulian untuk mengupayakan agar kelompok-kelompok minoritas terintegrasi ke dalam masyarakat dan masyarakat mengakomodasi perbedaan budaya kelompok-kelompok minoritas agar kekhasan identitas mereka diakui”. Dalam hal ini fokus kepedulian diarahkan pada kelompok etnis, kelompok minoritas, termasuk perempuan.

Arah multikulturalisme adalah menuju pada upaya untuk menciptakan, menjamin dan mendorong pembentukan ruang publik yang memungkinkan beragam komunitas bisa tumbuh berkembang disesuaikan dengan kemampuan jangkauan langkah masing-masing. Ruang publik memiliki dua dimensi. Pertama ialah ruang kebebasan politik dan kesamaan. Kedua, ruang publik adalah dunia bersama, artinya semua bentuk institusi dan lingkup yang memberi konteks permanen bagi kegiatan warga negara. Dengan demikian ruang publik tidak bisa dilepaskan dari pengakuan dan jaminan akan pluralitas serta aksi politik.

Sekarang setelah kita mengetahui konsep dari multikulturalisme kembali ke pertanyaan awal, mengapa multikulturalisme itu menjadi penting?

Pertama, adanya penindasan atau penafikan atas dasar kepemilikan etnis, agama atau bentuk minoritas lainnya. Dikotomi antara “kita” (kelompok dominan) dan “mereka” (di luar kelompok dominan) dilembagakan dalam rangka menjauhkan kelompok minoritas dari posisi kekuasaan. Pelembagaan diskriminasi ini terjadi di wilayah-wilayah penting dalam kehidupan seperti pekerjaan, pendidikan, jabatan-jabatan publik dan hubungan-hubungan sosial lain (Arbuckle 1993:6). Agar diskriminasi ini memperoleh legitimasi, kelompok-kelompok minoritas secara budaya atau etnis ditekan dan dianggap sebagai tidak berhak sehingga kehilangan “self worth”.

Kedua, istilah minoritas sengaja dipakai secara sistematis untuk memojokkan ke posisi marginal atau memberi label “tidak bernilai penting” dalam hubungan dengan kekuatan politik dominan. Dengan demikian perasaan rendah diri dan tak berdaya semakin mendalam terpupuk dalam diri setiap kelompok minoritas.

Ketiga, diskriminasi terhadap kelompok minoritas itu semakin membuat mereka terpinggirkan dari pengambilan keputusan (menurut penelitian saya ini sangat terlihat pada perda-perda diskriminatif di Indonesia).

Oleh karena itu semangat multikulturalisme mau menjawab kebutuhan dasar kelompok-kelompok minoritas untuk mengembangkan identitas budaya dan penghargaan diri. Perjuangan kita para pejuang pluralisme masih panjang mengingat masyarakat Indonesia saat ini masih ada orang-orang yang masih tidak mau mengakui keberadaan minoritas di masyarakat mereka karena tidak mau kehilangan penikmatan-penikmatan dari posisi mereka sebagai masyarakat dominan. Tetapi saya percaya bahwa hal ini tidak akan pernah berubah kalau tidak ada orang yang mau memperjuangkan semangat multikulturalisme, oleh karena itu saya (dan berharap kepada para pluralis yang lain) jangan pernah menyerah (hahaha kaya lagunya D’Masiv) dalam memperjuangkan semangat multikulturalisme ini. Akhir kata seperti slogan mahasiswa UI yang sering saya dengar, SELAMAT BERJUANG (penulis adalah mahasiswa kampus perjuangan yang sangat dia banggakan Universitas Indonesia). ^_^

*Notes: gua menulis klo gua mahasiswa UI bukan dalam rangka politik identitas ya.. karena gua sendiri penentang politik identitas.

Tentang bichunclafor

Seorang Mahasiswa dan pemikir yang ingin membebaskan orang-orang yang terdiskriminasi dengan cara apapun..!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s