Tinjauan Sosiologis-Yuridis (Kenapa mereka ingin merdeka?)

Ini tulisan yang saya buat ditengah-tengah keadaan frustasi blajar hapid.. monggo dibaca.. ^_^

Banyak diantara kita sekarang ini memperhatikan permasalahan hukum yang ada di pusat (Jakarta), seperti kasus Cicak versus Buaya (Bibi-Chandra), kasus Antasari Azhar atau kasus Bank Century. Tetapi pernahkah kita memikirkan kasus-kasus yang menimpa saudara-saudara kita yang ada di belahan lain bumi Indonesia ini (contoh: Kawasan Indonesia Timur), tanpa kita sadari masyarakat-masyarakat yang ada di sana telah mengalami pelanggaran hukum dan pelanggaran hak asasi yang luar biasa. Dalam tulisan ini saya akan membahas hal tersebut sekedar untuk mengingatkan kita bahwa di luar pulau Jawa banyak terjadi penindasan yang terjadi terhadap saudara-saudara kita yang ada di Indonesia Timur bahkan sering aparat hukum kita malah menjadi seperti penjajah di negeri sendiri dan masyarakat yang ada di sana hanya bisa menerima perlakuan tidak adil tersebut karena tidak mengerti bahwa hak-hak mereka sebenarnya telah benar-benar dilanggar.

Kita mungkin apabila melihat pemberontakan-pemberontakan (rebellion) yang ada di Indonesia Timur sering melihat hal tersebut sebagai sebuah tindakan makar yang harus diberantas, tetapi pernahkah kita terpikir kenapa mereka meminta kemerdekaan dan merasa dirugikan bergabung dengan NKRI. Mungkin kasus berikut dapat memberikan penjelasan akan hal tersebut.

Kasus PT. Freeport:
PT. Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. PTFI merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia. Kegiatannya dilakukan di dua tempat yakni tambang Erstberg (sejak 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988) di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Kontrak karya dengan PT Freeport pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Soeharto pada tahun 1967 untuk masa 30 tahun dan diperpanjang lagi 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun pada tahun 1991. Ketika cadangan Grasberg ditemukan terdapat cadangan sebesar 200 juta ton metrik kubik.

Masyarakat
Masyarakat yang terdapat di lokasi penambangan PT Freeport adalah suku Amungme dan suku Kamoro yang terdiri dari 13.000 orang.
Suku tersebut mempunyai sebuah gunung suci yang dinamakan Nemang Kawi yang berarti bebas perang. Gunung inilah yang menjadi pusat penambangan PT Freeport

Masalah
Tambang Ertsberg dang Grasberg yang dibangun oleh PT Freeport mengambil hak ulayat masyarakat adat setempat.
Berdasarkan kontrak karya yang dibuat pemerintah Indonesia hanya memiliki saham 9,36% dan PT Freeport McMoran sebesar 81,28% dan masyarakat adat Papua sendiri hanya diberikan 1% keuntungan tiap tahunnya.
Kesehatan masyarakat adat setempat yang sering mendulang di sekitar wilayah pembuangan limbah PT Freeport menjadi sangat berkurang karena limbah tersebut mengandung bahan berbahaya.
Seringkali ditemui kasus masyarakat setempat diteror, pondok-pondok mereka dibakar, hasil bercocok tanamnya dirusak bahkan mereka yang dianggap mengganggu wilayah PT Freeport diusir oleh petugas kepolisian dari negara kita sendiri. Padahal masyarakat tersebut sudah menempati wilayah tersebut selama bergenerasi-generasi, sehingga masyarakat setempat terpaksa mengungsi ke daerah lain.

Bayangkan apabila anda yang mengalami nasib seperti itu apakah anda akan terima saja dengan perlakuan tersebut? Apakah anda tidak akan berontak dengan situasi tersebut?

Dari sini kita dapat ambil kesimpulan bahwa kita tidak dapat begitu saja menumpas pemberontakan dengan hanya menangkap dan menghukum para pemberontak tersebut, tetapi yang harus kita lihat adalah mengapa mereka sampai mau memisahkan diri dari kita. Kalau dengan bergabung dengan kita yang mereka dapat hanya penindasan bukankah hal yang lumrah apabila mereka ingin memisahkan diri dari kita? Sudah saatnya kita lebih memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang ada di belahan Indonesia bagian Timur kalau kita masih ingin mereka bergabung dengan NKRI.

Silahkan agan-agan ditunggu commentny.. Klo uda cendolnya jangan lupa.. ^_^

Tentang bichunclafor

Seorang Mahasiswa dan pemikir yang ingin membebaskan orang-orang yang terdiskriminasi dengan cara apapun..!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tinjauan Sosiologis-Yuridis (Kenapa mereka ingin merdeka?)

  1. asrarudin berkata:

    Tulisan yg sangat bagus bro!!
    Ya memang benar adanya bahwa Pemerintah secara tidak langsung telah lupa (baca: zholim) pada rakyatnya…

    Love it!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s